SIKAP GURU

Sikap Otoriter

Bila guru mengajarkan suatu pelajaran, ia tidak hanya mengutamakan mata pelajaran akan tetapi harus juga memperhatikan anak itu sendiri sebagai manusia yang harus dikembangkan pribadinya.

Pikiran waras mengatakan bahwa harus dipelihara keseimbangan antara perkembangan intelektual dn perkembangan psikologis anak. Hanya mementingkan bahan pelajaran dengan mengabaikan anak dapat merugikan anak itu. Macam-macam cara dilakukna guru untuk mengharuskan anak itu belajar, disekolah maupun dirumah. Dengan hukuman dan ancaman anak itu dipaksa untuk menguasai ban peljaran yang dianggap perlu untuk ujian dan masa depannya. tak jarang guru menjadi otoriter dan menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuannya tanpa lebih jauh mempertimbangkan akibatnya bagi anak, kkhususnya bagi perkembangan pribadinya.

Sikap “permissive

Sebagai reaksi terhadap pengajaran yang otoriter timbul aliran yang menonjolkan anak sebagai manusia antara lain atas pengaruh “progressive education’ dan aliran psikologi seperti psikoanalisi, yakni yang menginginkan sikap yang permissive terhadap anak. Sikap ini membiarkan anak berkembang dalam kebebasan tanpa banyak tekanan frustasi, larangan perintah atau paksaan . pelajaran hendaknya menyenangkan. Guru tidak menonjolkan dirinya dan berada di latar belakang untuk member bantuan jika diperlukan. Yang diutamakan adalah perkembangan pribadi anak khususnya dalam aspek emosional agar ia bebas dari kegoncangan jiwa dan menjadi manusia yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Bila pribadi anak bebas dari gangguan emosional, maka anak itu akan menjadi pelajar yang efektif dan lebih bahagia.

Sikap riil

Baik sikap otoriter maupun sikap permissive mendapat kecaman.

Sikap otoriter yang mengatur setiap perbuatan anak, bila perlu dengan  paksaan dan hukuuman, tidak mendidik anak mejadi manusia merdeka yang demokratis yang sanggup berdiri sendiri, sanggup memilih atas tanggung jawab sendiri. Bila diberi kebebasan ia tidak dapat menggunakannya dengan baik karena biasa diatur oleh orang lain.

Sikap permissive yang dicap sebagai sikap lunak yang meberi kebebasan yang berlebihan kepada anak untuk berkembang sendiri, sebenarnya tidak member bimbingan kepada anak dan dengan demikian sebenarnya tidak mendidik anak. Pendidik memerlukan pimpinan dari pendidik.

Sikap pendidik hendaknya jangan terlkampau otoriter atau terlampau permissive akan tetapi harus realistis. Pendidikan memerlukan kebebasan akan tetapi juga pengendalian. Larangan dan konflik maupun kebebasan dan kepuasan merupakan bagian dari pendidikan. Terlampau banyak frustasi atau kebebasan dapat menghalang perkembangan individu.

Fungsi guru yang paling utama adalah memimpin anak-anak, membawa mereka kearah tujuan yang tegas. Guru harus menjadi model atau suri tauladan bagi anak-anak, anak-anak akan mendapat  rasa aman dengan adanya model itu dan rela menerima petunjuk maupun teguran bahkan hukuman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s