Perkereta Apian Ekonomi Indonesia

Posted: March 29, 2013 in #CatatanLiarku

Dulu transportasi murah identik dengan ketidaknyamanan, namun sepertinya hal itu tidak berlaku lagi untuk saat ini, bisa dikatakan zaman sekarang yang murah belum tentu murahan. Itulah sekilas kata dalam hati yang muncul saat berada di dalam gerbong kereta api ekonomi beberapa waktu lalu. Berbeda jauh dari perjalanan 1 tahun lalu saat menaiki kereta api yang sama, yang penuh sesak dengan bau keringat yang menusuk ditambah suhu didalam gerbong yang rasanya sangat menyiksa untuk sebuah perjalanan murah,

Saat ini PT KAI sudah banyak melakukan pembenahan salah satu yang dapat saya rasakan ialah pada saat berada dalam perjalanan empat ribu rupiah dari malang ke tulungagung dan tulungagung ke malang untuk perjalanan menghilangkan kebosanan yang biasa dilakukan saat galau SKRIPSI kumat. , “maklum lah mahasiswa :D”

Rasa kangen berada didalam gerbong KA yang membuat saya memutuskan untuk mencoba kembali menggunakan jenis transportasi ini, sebuah rasa yang telah mengalahkan rasa trauma 1 tahun yang lalu tentang PERKERETA APIAN EKONOMI INDONESIA. Hehe

  • “Sudah tidak seperti dulu”, itu kata dalam hati yang muncul saat harus membeli tiket KA yang saat ini mulai sulit untuk diperoleh jika tidak memesan terlebih dahulu dan harus menggunakan identitas asli.
  • “Sudah tidak seperti dulu”, itu kata dalam hati yang muncul saat pengamanan untuk masuk kedalam perol diperketat dengan cara harus menunjukkan tiket + kartu identitas, gak seperti dulu yang bebas keluar masuk perol tanpa harus membeli tiket.
  • “Sudah tidak seperti dulu”, itu kata dalam hati yang muncul saat berada didalam gerbong yang sudah tidak penuh sesak lagi. Saat ini kapasitas gerbong sudah disesuaikan, setiap penumpang harus duduk sesuai dengan nomor kursi dan gerbong yang ada pada tiket, jika kurang beruntung terkadang harus dapat tiket penumpang berdiri tanpa tempat duduk tapi hal itu tidak membuat gerbong menjadi penuh sesak seperti dulu.
  • “Sudah tidak seperti dulu”, itu kata dalam hati yang muncul saat suhu didalam gerbong tidak panas lagi karena saat ini setiap gerbong KA Ekonomi sudah dilengkapi AC dan pengoprasiannya dimulai tanggal 1 april ini. (Beruntung perjalanan beberapa hari lalu merupakan tahap percobaan, jadi bisa menikmati terlebih dahulu. hehe)
  • “Sudah tidak seperti dulu”, itu kata dalam hati yang muncul saat petugas keamanan kereta api menegur untuk mematikan rokok. (Jangan coba-coba merokok kalau gak mau kena ceramah para petugas keamanan setiap gerbong :D)

Rasanya perjalanan beberapa hari yang lalu begitu jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, PT KAI sudah benar-benar melakukan pembenahan untuk menjadi lebih baik, sebuah kinerja yang patut diancungi jempol. Sebuah transportasi murah namun tidak murahan lagi. Semoga saja akan tetap murah untuk kedepannya agar masyarakat indonesia dapat terus menikmati transportasi warisan nenek moyang ini.

Dengar-dengar kabar sih, harga tiket ekonomi mau dinaikkan 300%, tapi semoga saja hanya kabar burung. Kalaupun memang iya mau dinaikkan, itu namanya kebangetan kalau harus sampai 300%, penyiksaan terhadap masyarakat menengah kebawah, padahal itu kan hak mereka, hak warisan dari para nenek moyang mereka dulu. PT KAI hanya bertugas sebagai pengelola saja, yang harus mengelola dengan baik tanpa harus memberatkan masyarakat.

Flashback ———————–>

Bicara masalah kereta api, jadi teringat saat pertama kali menginjakkan kaki dipulau jawa dulu, baru sekedar melihat relnya saja rasanya begitu asing bagi saya yang merupakan pendatang dari negeri seberang terpencil nan jauh disana. Yang merasa asing dengan jenis transportasi KA, seorang perantau seberang yang biasanya begitu bahagia saat berhasil membongkar pasang sepatu kuda dan berhasil mengendalikan Cidomo dijalan yang penuh sesak dengan hilir mudik kendaraan-kendaraan bermotor. (Cidomo merupakan Transportasi Tradisional hasil modifikasi dari cikar).:D

Saat kereta api lewat, rasanya ingin meloncat dan masuk kedalam kereta tersebut. Semua terasa aneh karena jujur itu saat pertama kalinya saya melihat kereta secara langsung, biasanya cuma lihat di TV.😀

Sebuah perjalanan yang sekilas memutar kembali kenangan dimasa lalu. Saat itu baru  beberapa bulan menginjakkan kaki dipulau jawa, karena rasa penasaran yang masih sangat tinggi terhadap kereta api, akhirnya si perantau lugu memutuskan dan memberanikan diri jalan-jalan siang seorang diri menuju stasiun (bukan bermaksud mangkal lho ya, cuma takut mati penasaran gara-gara kereta api :D). 1 jam berada distasiun hanya dapat mengamati rel keretanya saja tanpa ada kereta yang lewat, mengamati sebuah besi tua peninggalan zaman belanda.

“Hmm betapa tersiksanya para nenek monyang dulu yang telah dipaksa para penjajah untuk memasang rel kereta sepanjang itu, yang bekerja 24 jam tanpa henti. Aku yang saat itu baru 1 jam saja, yang hanya sekedar mengamati rasanya sudah cukup tersiksa karena panasnya terik matahari”.😀

Tapi jerih payah mereka tidak sia-sia, buktinya apa yang mereka kerjakan dulu saat ini sangat bermanfaat, begitu banyak juga amal jariyah yang mereka terima disurga sana.

“Sekilas hal itu memberikan sebuah pelajaran yang berarti untuk sebuah pengamatan dari rasa penasaran saat itu. “Intinya jangan pernah mengeluh atas apa yang kita alami dalam hidup ini, walaupun itu sangat menyiksa karena suatu saat pasti ada hikmahnya”,

Kembali ke kereta api.😀

Akhirnya tak lama kemudian kereta yang dinantipun datang, lagi-lagi hanya bisa mengamati dari luar, tanpa berani masuk karena takut keretanya jalan. Pengamatan dimulai dari lokomotif CC 201 bemesin diesel 2000 HP yang mampu menarik gerbong dengan muatan yang bobotnya mencapai sekian ton, bagaimana konstruksi mesinnya???????

Karena ketidak mampuan untuk masuk kedalam lokomotif untuk dapat melihat-lihat mesin, akhirnya harus mencari pertanyaan lain yang dirasa tidak kalah serunya, dan menemukan beberapa pertanyaan mengenai sistem roda dan rel kereta api.

“Mengapa kereta bisa berjalan stabil direl dan pada saat kecepatan tinggi tidak tergelincir keluar dari relnya, bagaimana konstruksinya?”

“Apa yang menyebabkan kereta api dapat berpindah dari satu rel ke rel yang lain, dan bagaimana konstruksi kerja dan cara berpindahnya?”

Rasa penasaran waktu itu lagi-lagi membuat saya seakan berubah menjadi orang gila, pertanyaan demi pertanyaan yang muncul untuk sesuatu yang baru ditemui walaupun sesaat harus menjadi gila dan terlihat aneh karenanya but is not problem for me, I just think that’s is experience and education for me.

Para penumpang lain sibuk berdesak-desakan mencari jalan masuk kekereta, aku yang saat itu sedang gila sesaat malah sibuk mencari jalan agar lebih leluasa mengamati roda kereta. Mencoba merunduk-runduk ditengah keramaian hanya untuk mencari celah agar dapat melihat dengan jelas roda kereta saat berada di relnya, hingga akhirnya mendapat tempat yang pas untuk mengamati, namun sialnya baru dapat tempat yang lebih jelas untuk mengamati, tak lama kemudian dikagetkan dengan pukulan gulungan kertas dikepala. “Cetassss”,, melihat kebelakang dan ingin melawan… Ehhh, ternyata bapak petugas stasiun…

Ngomel-ngomel bahasa jawa, untung saja waktu itu belum terlalu ngerti bahasa jawa dan aku hanya bisa tersenyum-senyum dan tertawa namanya juga lagi gila.. hehehe

“Intinya si petugas waktu itu memberikan refrensi tempat lain buat bunuh diri”

Hmm, siapa juga yang mau mati konyol !!!!!!!!!

Belum sempat mengamati rel, akhirnya memutuskan untuk pulang saja dan menyimpan sejenak rasa penasaran hingga waktu yang tak dapat ditentukan..😀

Skip….skip…

Satu tahun berlalu setelah kejadian tersebut dan dibuat lupa oleh kesibukan dikampus, akhirnya punya kesempatan juga untuk merasakan perjalanan naik Kereta Api (Economic Class, maklum lah mahasiswa kere). Dan kali ini tentunya tidak sendiri karena masih trauma kena omelan petugas, akhirnya mencari teman yang sudah berpengalaman atau bisa dikatakan sudah bosan naik kereta api.

Perjalanan pertama menggunakan KA waktu itu menuju kota Surabaya. Perjalanan dimulai dengan mencari waktu yang tepat yaitu diwaktu subuh karena subuh merupakan waktu yang sepi untuk dapat melakukan pengamatan dengan luluasa tanpa harus takut kena gulungan kertas lagi.😀

Menuju ke stasiun kota malang jam 3 pagi, tentunya masih tutup. Sembari menunggu dibuka, menikmati kopi adalah pilihan yang tepat diwarkop-warkop yang ada didepan stasiun, hingga  stasiunnya dibuka, dan tanpa pikir panjang langsung masuk kedalam perol dan turun ke rel (dibawah gerbong untuk mengamati :D).

Mengamati beberapa menit ditambah dengan Tanya jawab, Akhirnyaaaa, mengerti juga tentang konstruksi rel dan roda kereta yang sebenarnya., Alhamdulillahhh😀

Kembali lagi kecerita KERETA API😀

Setelah membeli tiket, beberapa menit kemudian KA berangkat menuju Surabaya…

Karena rasa kantuk yang begitu kuat, akhirnya tertidur juga didalam KA, tidur pulas didalam gerbong KA sedikit terganggu karena lemparan manusia iseng yang tepat mengenai kaca tempat saya menyendarkan kepala, untung saja konstruksi dari kaca dibuat dengan campuran fiber + plastic jadi hanya mengalami sedikit keretakan saja. Mulai tidur lagi adalah pilihan yang tepat. Hehe

Beberapa jam kemudian sampai juga dikota Surabaya tanpa dapat menikmati pemandangan yang ada saat perjalanan. Sesampai distasiun gubeng, rasanya belum lengkap jika tidak turun dan menikmati kota Surabaya dipagi hari.

Lari-lari pagi disurabaya…!!!😀

Memandangi kesibukan para penduduk kota Surabaya, jalan-jalan yang begitu sesak dipagi hari, dengan pemandangan gedung bertingkat, sungai yang lebar dengan air keruh bewarna coklat dan keemasan. Akhirnya bisa melihat kota Surabaya secara live, semua berkat rasa penasaran terhadap KA. Makluml😀

Beberapa jam dikota Surabaya, sebelum kembali kemalang perjalananpun dilanjutkan menuju stasiun semut terlebih dahulu. (Masih daerah Surabaya juga). Cukup kaget rasanya saat berada didalam gerbong kereta yang tiba-tiba menjadi gelap, dan ternyata itulah stasiun semut, rasanya seakan-akan berada didalam terowongan lubang semut yang penuh sesak dan gelap, stasiun yang terkenal dengan banyaknya kasus pencopetan, maklum lah suasana mendukung.

Setelah rasa penasaran terhadap stasiun semut terbayarkan, akhirnya pejalanan kemalang dilanjutkan. Perjalanan kemalang harus melalui stasiun gubeng lagi, dan ternyata kereta yang saat itu dinaiki salah. Untung saja masih belum terlambat buat melompat keluar dan pindah kekereta lain yang menuju malang, untungnya saat itu bersama orang yang berpengalaman seandainya sendiri betapa malangnya nasib si perantau ini yang harus jauh kesasar tanpa bisa kembali.😀

Perjalanan kembali kemalang dimulai, rasanya berbeda jauh dari perjalanan subuh saat akan menuju Surabaya. Perjalanan kembali kemalang benar-benar menyiksa karena harus berdesak-desakan dengan para penumpang lain. Disetiap stasiun selalu ada penumpang yang turun dan penumpang yang naik akan tetapi penumpang yang naik jumlahnya jauh lebih banyak dari pada penumpang yang turun hingga akhirnya harus terjepit diantara kerumunan manusia-manusia tak berdosa yang menjadi berdosa karena terpaksa harus mengeluarkan kata-kata kotor karena ketidak nyamanan yang mereka alami.😀

Terpaksa harus menjalani siksaan beberapa jam, terjepit dari Surabaya hingga malang, badan bekeringat, perut mual dan rasanya sangat susah untuk bernafas, “bayar murah mau minta lebih nyaman”, itu pikirku untuk menghibur diri saat dalam perjalanan hingga akhirnya sampai dikota malang pada malam harinya. Sebuah perjalanan yang memberikan sedikit shock terapi untuk sejenak melupakan kereta api pada saat itu, sebuah perjalanan penyiksaan bagi masyarakat menengah kebawah yang tidak ada pilihan lain, yang meminilisir biaya walaupun harus bertahan dalam sebuah ketidak nyamanan, walaupun harus tersiksa selama ber jam-jam.

Itu gambaran pelajaran dari pengalaman perjalanan beberapa tahun lalu, yang saat ini sudah tidak ditemukan lagi dalam sebuah perjalanan menggunkan KA. Saat ini PT KAI sudah cukup banyak melakukan pembenahan, semoga akan terus lebih baik untuk kedepannya. Go ION (IndONesia)!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s