OBSERVASI MIKROHIDRO SUMBER MARON

Posted: May 16, 2012 in My life

1.      PLMTH

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), biasa disebut juga dengan mikrohidro  adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. Mikrohidro merupakan sebuah istilah yang terdiri dari kata mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air. Secara teknis, mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sebagai sumber energi), turbin dan generator.

Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan ketinggian tertentu. Pada dasarnya, mikrohidro memanfaatkan energi potensial jatuhan air (head). Semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik. Di samping faktor geografis (tata letak sungai), tinggi jatuhan air dapat pula diperoleh dengan membendung aliran air sehingga permukaan air menjadi tinggi. Air dialirkan melalui sebuah pipa pesat kedalam rumah pembangkit yang pada umumnya dibagun di bagian tepi sungai untuk menggerakkan turbin atau kincir air mikrohidro. Energi mekanik yang berasal dari putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2.5 meter dapat dihasilkan listrik 400 watt. Relatif kecilnya energi yang dihasilkan mikrohidro dibandingkan dengan PLTA skala besar, berimplikasi pada relatif sederhananya peralatan serta kecilnya areal yang diperlukan guna instalasi dan pengoperasian mikrohidro. Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan mikrohidro, yakni tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Perbedaan antara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan mikrohidro terutama pada besarnya tenaga listrik yang dihasilkan, PLTA dibawah ukuran 200 KW digolongkan sebagai mikrohidro. Dengan demikian, sistem pembangkit mikrohidro cocok untuk menjangkau ketersediaan jaringan energi listrik di daerah-daerah terpencil dan pedesaan.

Beberapa keuntungan yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro adalah sebagai berikut :

  1. Dibandingkan dengan pembangkit listrik jenis yang lain, PLTMH ini cukup murah karena menggunakan energi alam.
  2. Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit latihan.
  3. Tidak menimbulkan pencemaran.
  4. Dapat dipadukan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.
  5. Dapat mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan sehingga ketersediaan air terjamin.

 

2.      MIKRO HIDRO SUMBER MARON

Mikro Hidro Sumber Maron merupakan suatu pembangkit listrik sederhana yang berada di desa karang suko kecamatan pagelaran kabupaten malang, mikro hidro sumbermaron dibangung oleh sebuah wawasan beserta warga desa dan bekerja sama dengan Universitas Muhamadiyah Malang dan Australia Indonesia Partnership.

PLMTH sumber maron dikelola oleh yayasan sanitasi sumbermaron dibantu oleh beberapa orang ahli dari Universitas Muhammadiyah Malang, PLMTH mulai dibangun pada tahun 2009 dengan dana ±500 juta. Debit air di desa karang suko sumber maron selalu setabil meskipun pada musim kemarau sehingga sangat cocok dibangun PLMTH.

PLTMH Sumbermaron menghasilkan energi listrik sebesar 35 KWA. Listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin pompa pengairan dan air bersih yang selama ini mengandalkan listrik dari PLN. Biaya yang dikeluarkan untuk membayar listrik perbulan sebelum adanya PLMTH rata-rata sekitar Rp 20 juta. Akan tetapi setelah adanya PLTMH biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah, bahkan menghasilkan keuntungan bagi pengelola.

Dengan dibangunnya PLTMH tersebut, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk penggunaan air bersih menjadi berkurang. Selain itu keberadaan PLMTH sumbermaron memberikan berkah tersendiri bagi warga desa, karena PLMTH tersebut saat ini dimanfaatkan oleh warga desa sekitar menjadi sebuah tempat wisata pemandian

Air bersih dari pompa air selanjutnya didistribusikan ke beberapa desa, antara lain:

  1. Desa karangsuko,
  2. Desa sukosari
  3. Desa brongkal dan
  4. Desa gondanglegi kulon

 

3.      PRINSIP KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO

Prinsip dasar mikrohidro adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit listrik. Sebuah skema mikrohidro memerlukan dua hal yaitu, debit air dan ketinggian jatuh (head) untuk menghasilkan tenaga yang dapat dimanfaatkan.

Hal ini adalah sebuah sistem konversi energi dari bentuk ketinggian dan aliran (energi potensial) ke dalam bentuk energi mekanik dan energi listrik. Daya yang masuk (Pgross) merupakan penjumlahan dari daya yang dihasilkan (Pnet) ditambah dengan faktor kehilangan energi (loss) dalam bentuk suara atau panas. Daya yang dihasilkan merupakan perkalian dari daya yang masuk dikalikan dengan efisiensi konversi (Eo).

Pnet = Pgross ×Eo kW

Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan juga dikalikan dengan sebuah faktor gravitasi (g = 9.8), sehingga persamaan dasar dari pembangkit listrik adalah :

Pnet = g ×Hgross × Q ×Eo kW

Dimana head dalam meter (m), dan debit air dalam meter kubik per detik (m/s3).

 

4.     KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO

Beberapa komponen yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro baik komponen utama maupun bangunan penunjang antara lain :

  1. Dam/Bendungan Pengalih (intake). Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai ke dalam sebuah bak pengendap. Dam sumber maron selain berfungsi untuk PLTMH, oleh warga desa setempat dimanfaatkan juga sebagai tempat wisata.
  1. Bak Pengendap (Settling Basin). Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.
  1. Saluran Pembawa (Headrace). Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.
  1. Pipa Pesat (Penstock). Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.
  1. Turbin. Turbin berfungsi untuk mengkonversi energi aliran air menjadi energi putaran mekanis.
  1. Pipa Hisap. Pipa hisap berfungsi untuk menghisap air, mengembalikan tekanan aliran yang masih tinggi ke tekanan atmosfer.
  1. Generator. Generator berfungsi untuk menghasilkan listrik dari putaran mekanis.
  1. Panel kontrol. Panel kontrol berfungsi untuk menstabilkan tegangan
  1. Pengalih Beban (Ballast load). Pengalih beban berfungsi sebagai beban sekunder (dummy) ketika beban konsumen mengalami penurunan. Kinerja pengalih beban ini diatur oleh panel kontrol.

Penggunaan beberapa komponen disesuaikan dengan tempat instalasi (kondisi geografis, baik potensi aliran air serta ketinggian tempat) serta budaya masyarakat. Sehingga terdapat kemungkinan terjadi perbedaan desain mikrohidro serta komponen yang digunakan antara satu daerah dengan daerah yang lain.

Mikro hidro Sumbermaron selanjutnya dimanfaatkan untuk menghidupkan mesin pompa air yang mendistribusikan air bersih kedesa-desa sekitar. Pompa air yang digunakan terdiri dari 2 macam yaitu pompa air 17 KW dan pompa air 9 KW

Setelah sukses dengan mikro hidro pertama, akhirnya yayasan beserta para ahli dari Universitas Muhammadiyah Malang berniat untuk membangun mikro hidro ke dua yang lokasinya berada di bawah mikro hidro pertama karena lokasi ke dua memiliki potensi yang sangat tinggi untuk peembangunan mikro hidro dan diyakini daya yang dihasilkan akan lebih besar dari mikro hidro pertama karena ketinggian jatuh air lebih tinggi dibandingkan mikro hidro pertama.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s