BLUE PRINT

Blueprint adalah sebuah rancangan yang dirumuskan dengan tujuan memberikan arahan terhadap kegiatan organisasi/ komunitas/ lembaga secara berkesinambungan sehingga setiap kegiatan memiliki kebersesuaian dengan tuntutan, tantangan, dan kebutuhan lingkungan sekitar, merupakan suatu kerangka kerja yang terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi:

· Penetapan tujuan dan sasaran

· Penyusunan strategi

· Pelaksanaan program dan fokus kegiatan

· Langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja.

Jadi istilahnya, Blue Print itu adalah cetak biru. Ibaratnya bagunan yang akan dibangun, segala bentuk perencanaan pembuatan bangunan itu tercantum dalam blue print. Dalam sebuah organisasi, blue print sangat diperlukan untuk menentukan arah kedepan organisasi tersebut. Akan kemana organisasi tersebut akan dibawa.

Maksud dari penyusunan Blueprint di dalam sebuah organisasi/ komunitas/ lembaga ialah:

  1. Sebagai landasan hukum untuk pendayagunaan, pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi/ komunitas/ lembaga secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.
  2. Memberikan bingkai atau koridor dalam proses sinkronisasi dan penjabaran kebijakan dan program di dalam sebuah organisasi/ komunitas/ lembaga.
  3. Memberikan gambaran yang jelas bagi kepengurusan organisasi/ komunitas/ lembaga dalam jangka waktu kepengurusan.

Sedangkan tujuannya ialah untuk mensinergiskan langkah-langkah dari sebuah organisasi/ komunitas/ lembaga dan memfokuskan segala aktivitas pencapaian tujuan ke dalam tahapan dan tujuan-tujuan kecil dalam rentang waktu kepengurusan.

Syarat utama agar sebuah blue print dapat dikatakan baik ialah harus ditulis dengan terarah dan jelas. Pada umumnya manajemen dari organisasi tersebut ditulis layaknya pyramid yang tertulis dari atas hingga ke bawah mulai dari visi, misi, hingga pada akhirnya tentang isi dari rencana kerja organisasi tersebut.

Berikut ini adalah beberapa point penting yang harus tertulis dengan jelas dan mendetail pada blue print yang akan dibuat, antara lain:

  1. Petama yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Blueprint sebuah organisasi/ komunitas/ lembaga ialah harus memiliki visi dan misi yang jelas. Dengan memiliki visi dan misi yang jelas akan menjadikan organisasi/ komunitas/ lembaga lebih tegas dalam mengambil setiap keputusan krusial.
  2. Menganalisa kondisi terkini dari sebuah organisasi/ komunitas/ lembaga yang sedang dijalankan. Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan metode SWOT:

· Strength (Kekuatan) dari organisasi/ komunitas/ lembaga.

· Weakness (Kelemahan) dari organisasi/ komunitas/ lembaga.

· Oportunity (Kesempatan) dari organisasi/ komunitas/ lembaga.

· Treathment (Ancaman) dari organisasi/ komunitas/ lembaga.

  1. Kemudian menentukan tujuan dari organisasi, tentunya hal ini berkaitan erat dengan apa yang hendak akan di capai oleh suatu organisasi/ komunitas/ lembaga. Oleh karena sangat penting menuliskan goal dengan jelas dan terukur.
  2. Kemudian tulisan aksi yang akan dikerjakan kedepannya dari rencana yang telah dibuat. Rencana aksi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut harus jelas dan terukur.
  3. Setelah itu buat standar procedure yang akan diterapkan dalam organisasi.
  4. Kemudian buat peraturan yang jelas dan harus ditaati.
  5. Terakhir buat strategi-strategi akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran.

Untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran Blue Print, maka di dalam organisasi/ komunitas/ lembaga itu sendiri harus diciptakan suatu kultur yang dapat mendorong dan mengarahkan para anggota organisasi/ komunitas/ lembaga agar dapat bergerak dan bekerja sesuai arahan yang ada. Adapun kultur-kultur yang dapat diciptakan:

a. Komitmen dan konsisten

Diperlukan suatu komitmen yang mengikat seluruh anggota dari organisasi/ komunitas/ lembaga serta konsistensi setiap anggota untuk melaksanakan arahan dan kebijakan dari Blue Print.

b. Budaya Empati dan Peka terhadap Sekitar

Empati dan peka terhadap kondisi sekitar akan mendorong seseorang untuk berpikir mencari pemecahan atas masalah-masalah di sekitarnya. Tanpa empati dan kepekaan, maka dapat dipastikan tidak akan timbul motivasi untuk berpikir dan melahirkan gagasan-gagasan baru sebagai solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada.

c. Budaya Diskusi, Kajian, dan Riset

Melakukan diskusi, kajian dan riset adalah sarana-sarana untuk menuangkan ide atau gagasan dan bertukar pikiran dengan orang lain. Proses ini akan menghasilkan ide yang lebih komprehensif dan matang.

d. Kritis dan kreatif

Kedua hal yang lahir dari potensi intelektual tersebut akan mendorong lahirnya ide-ide baru dalam pembangunan bangsa. Kreativitas dan sifat kritis perlu disertai dengan keberanian untuk mengungkapkan pendapat, kemauan untuk melakukan suatu hal yang benar, idealisme untuk mempertahankan suatu tata nilai.

e. Transfer ilmu yang baik

Belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman dalam berorganisasi akan menambah pengetahuan dalam menjalani sebuah organisasi, oleh sebab itu transfer ilmu sangat dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dari sebuah organisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s